“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)
Photobucket"
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “Berpegang teguhlah kalian kepada sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapat-kan petunjuk Allah sesudahku, berpeganglah dengan sunnah itu, dan gigitlah dengan gigi geraham kalian dengan sekuat-kuatnya, serta jauhilah perbuatan baru (dalam agama), karena setiap perbuatan baru itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia (Allah) akan memberikan pemahaman agama kepadanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “Do’a seorang muslim untuk saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat yang bertugas (mengaminkan do'anya untuk saudaranya). Setiap kali dia mendo'akan kebaikan untuk saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, dan engkau akan mendapatkan yang sama dengannya.” [HR. Muslim]

TRANSLATE THIS PAGE INTO YOUR LANGUAGE

Kamis, 08 Desember 2011

PAKAIAN MUSLIMAH YANG SESUAI TUNTUNAN AJARAN ISLAM

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah saat ini banyak wanita muslim yang mengenakan busana muslimah. Ada yang sudah berpakaian sesuai tuntunan agama. Ada pula yang meski sudah memakai busana muslimah, namun masih jauh dari ajaran Islam.

Sebagai contoh, ada yang memakai busana muslimah, namun kerudungnya tidak menutupi dada. Parahnya lagi, dia memakai kaos dan celana yang ketat sehingga lekuk tubuhnya terlihat jelas.

Pagi ini (8 Des 2011)saya membaca sebuah blog yang berisi ejekan terhadap ajaran-ajaran islam, ejekan terhadap Rasulullah dan berisi artikel yang mengompor-ngompori wanita-wanita islam agar tidak taat pada ajaran islam.

Dalam artikel tersebut, para wanita beragama islam yang pakaiannya masih jauh dari tuntunan agama, menjadi sorotan oleh mereka-mereka yang sengaja mencari-cari keburukan dalam islam. sebuah kalimat yang sempat saya kutip dari mereka yang membenci islam yakni "Muslimah pun tak bisa konsisten mengenai bagaimana jilbab itu seharusnya..."

Nah tulisan ini bukan bermaksud untuk mengecam. Tapi untuk memberikan pencerahan agar kita tahu cara berpakaian yang benar menurut ajaran Islam.

Hendaknya saat keluar rumah para wanita yang mengaku beragama islam mengenakan jilbabnya.

”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al Ahzab 59]

Pakaian muslimah yang sesuai dengan syariah apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Pakaian Islam harus menutup seluruh aurat.

Ketahuilah bahwa aurat wania ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan aurat laki-laki ialah dari pusat/pusar hingga ke lutut.

Pakaian muslimah tidak boleh menampakkan lekuk tubuh dan tidak boleh tipis/jarang.

Rasulullah bersabda : “Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang… Kemudian beliau bersabda ; “…laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat”. (HR. Ath Thabrani dalam Al Mu`jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani dalam kitab beliau Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, hal. 125)

“Yang dimaksud Nabi dalam sabdanya (di atas) adalah para wanita yang mengenakan pakaian dari bahan yang tipis yang menerawangkan bentuk badan, atau memakai pakai ketat sehingga menampakan lekuk tubuhnya dan tidak menutupinya maka wanita seperti ini istilahnya mereka (para wanita yang demikian) berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang”

Rasulullah bersabda: “Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti punuk unta yang tunduk. Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (HR. Muslim)


Tidak diberi wangi-wangian


Karena Rasulullah bersabda : “Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu ia melewati sekelompok orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu pezina.” (HR. An Nasai, Abu Daud dan lainnya, dengan isnad hasan kata Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 137)

Tidak menyerupai pakaian laki-laki

Abu Hurairah mengatakan: “Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 141)

Rasulullah bersabda: “Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

Karena Rasulullah dalam banyak sabdanya memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang kafir dan tidak menyerupai mereka baik dalam hal ibadah, hari raya/perayaan ataupun pakaian orang kafir.

Bukan merupakan pakaian untuk ketenaran

Pakaian untuk ketenaran ialah pakaian yang dikenakan dengan tujuan agar terkenal di kalangan manusia, sama saja apakah pakaian itu mahal/ mewah dengan maksud untuk menyombongkan diri di dunia atau pakaian yang jelek yang dikenakan dengan maksud untuk menampakkan kezuhudan dan riya.

Rasulullah bersabda: “Siapa yang memakai pakaian untuk ketenaran di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian dinyalakan api padanya”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dengan isnad hasan kata Syaikh Albani dalam Jilbab, hal. 213)

”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur 1]

Pakaian tidak boleh berlebihan sehingga menimbulkan perasaan sombong atau congkak ketika memakainya. Contohnya sering kita melihat orang-orang yang bajunya begitu mewah dan panjang terjulu sehingga terseret-seret di lantai sementara dagunya menghadap ke atas dengan rasa sombong.

Hendaknya kain yang dipakai hingga menutupi hingga dada dan tubuhnya

”Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” [An Nuur 31]

”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al Ahzab 59]

Berikut ini beberapa contoh pemakaian busana muslimah yang tidak sesuai menurut Islam, yang sebenarnya masih banyak contoh lainnya. Jangan sampai pakaian istri, anak-anak perempuan, atau pun saudara-saudara perempuan kita termasuk dalam contoh-contoh tersebut.



KAIN TIDAK TERJULUR HINGGA MENUTUPI DADA



1. KAIN TIDAK TERJULUR HINGGA MENUTUPI DADA
2. ROK KURANG PANJANG SEHINGGA TIDAK MENUTUPI AURAT
3. MEMAKAI SEPATU HAK TINGGI YAKNI MENYERUPAI ORANG KAFIR DAN HENDAK MENYOMBONGKAN KEINDAHAN KAKI SERTA DAPAT MENARIK PERHATIAN LAKI-LAKI YANG MENDENGAR HENTAKANNYA.
4. TIDAK MEMAKAI KAOS KAKI SEHINGGA TAMPAK AURATNYA



1. KAIN TIDAK TERJULUR HINGGA MENUTUPI DADA
2. ROK KURANG PANJANG SEHINGGA TIDAK MENUTUPI AURAT
3. MEMAKAI SEPATU HAK TINGGI YAKNI MENYERUPAI ORANG KAFIR DAN HENDAK MENYOMBONGKAN KEINDAHAN KAKI SERTA DAPAT MENARIK PERHATIAN LAKI-LAKI YANG MENDENGAR HENTAKANNYA.
4. TIDAK MEMAKAI KAOS KAKI SEHINGGA TAMPAK AURATNYA
5. LENGAN BAJU PENDEK HINGGA TIDAK MENUTUP AURATNYA



1. PAKAIAN KETAT
2. LENGAN BAJU PENDEK HINGGA TIDAK MENUTUP AURATNYA



1. KAIN TIDAK TERJULUR HINGGA MENUTUPI DADA
2. TIDAK MENGGUNAKAN ROK, TETAPI MEMAKAI CELANA PANJANG MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI
3. MEMAKAI SEPATU HAK TINGGI YAKNI MENYERUPAI ORANG KAFIR DAN HENDAK MENYOMBONGKAN KEINDAHAN KAKI SERTA DAPAT MENARIK PERHATIAN LAKI-LAKI YANG MENDENGAR HENTAKANNYA.
4. TIDAK MEMAKAI KAOS KAKI SEHINGGA TAMPAK AURATNYA
5. BAJU YANG DIPAKAI KETAT DAN PENDEK

“Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi yang telanjang yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya” [HR. Bukhari dan Muslim]

Rasulullah telah bersabda :
“Bahwa anak perempuan apabila telah cukup umurnya, maka mereka tidak boleh dilihat akan dia melainkan mukanya dan kedua telapak tangannya hingga pergelangan” (HR. Abu Daud)

Kenakanlah pakaian yang sesuai dengan ajaran agamamu wahai saudariku... jangan biarkan dirimu menjadi obyek ejekan dan sorotan orang-orang atau kaum yang membenci islam. Laksanakanlah perintah Allah dengan niat ikhlas mengharap ridha Allah subhanahu wa ta'ala.. Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat

0 komentar:

Poskan Komentar

Saling menghormatilah sesama muslim... Gunakan kata atau kalimat yang baik dan sopan. Mari selalu mengingat bahwa kita akan mempertanggung jawabkan semua ucapan dan perbuatan kita kepada Allah azza wa jalla